Jumat, 03 April 2015

BEKERJASAMA DALAM KELOMPOK


BEKERJASAMA DALAM TEAM (KELOMPOK)

PENGERTIAN KOMUNIKASI KELOMPOK
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok.
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Klasifikasi kelompok dan karakteristik komunikasinya.
Telah banyak klasifikasi kelompok yang dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi, namun dalam kesempatan ini kita sampaikan hanya tiga klasifikasi kelompok.
  • Kelompok primer dan sekunder.
Charles Horton Cooley pada tahun 1909 (dalam Jalaludin Rakhmat, 1994) mengatakan bahwa kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
Jalaludin Rakhmat membedakan kelompok ini berdasarkan karakteristik komunikasinya, sebagai berikut:
    1. Kualitas komunikasi pada kelompok primer bersifat dalam dan meluas. Dalam, artinya menembus kepribadian kita yang paling tersembunyi, menyingkap unsur-unsur backstage (perilaku yang kita tampakkan dalam suasana privat saja). Meluas, artinya sedikit sekali kendala yang menentukan rentangan dan cara berkomunikasi. Pada kelompok sekunder komunikasi bersifat dangkal dan terbatas.
    2. Komunikasi pada kelompok primer bersifat personal, sedangkan kelompok sekunder nonpersonal.
    3. Komunikasi kelompok primer lebih menekankan aspek hubungan daripada aspek isi, sedangkan kelompok primer adalah sebaliknya.
    4. Komunikasi kelompok primer cenderung ekspresif, sedangkan kelompok sekunder instrumental.
    5. Komunikasi kelompok primer cenderung informal, sedangkan kelompok sekunder formal.
    • Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.
    Theodore Newcomb (1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan (membership group) dan kelompok rujukan (reference group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
    Menurut teori, kelompok rujukan mempunyai tiga fungsi: fungsi komparatif, fungsi normatif, dan fungsi perspektif. Saya menjadikan Islam sebagai kelompok rujukan saya, untuk mengukur dan menilai keadaan dan status saya sekarang (fungsi komparatif. Islam juga memberikan kepada saya norma-norma dan sejumlah sikap yang harus saya miliki-kerangka rujukan untuk membimbing perilaku saya, sekaligus menunjukkan apa yang harus saya capai (fungsi normatif). Selain itu, Islam juga memberikan kepada saya cara memandang dunia ini-cara mendefinisikan situasi, mengorganisasikan pengalaman, dan memberikan makna pada berbagai objek, peristiwa, dan orang yang saya temui (fungsi perspektif). Namun Islam bukan satu-satunya kelompok rujukan saya. Dalam bidang ilmu, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) adalah kelompok rujukan saya, di samping menjadi kelompok keanggotaan saya. Apapun kelompok rujukan itu, perilaku saya sangat dipengaruhi, termasuk perilaku saya dalam berkomunikasi.
    · Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
    John F. Cragan dan David W. Wright (1980) membagi kelompok menjadi dua: deskriptif dan peskriptif. Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Berdasarkan tujuan, ukuran, dan pola komunikasi, kelompok deskriptif dibedakan menjadi tiga: a. kelompok tugas; b. kelompok pertemuan; dan c. kelompok penyadar. Kelompok tugas bertujuan memecahkan masalah, misalnya transplantasi jantung, atau merancang kampanye politik. Kelompok pertemuan adalah kelompok orang yang menjadikan diri mereka sebagai acara pokok. Melalui diskusi, setiap anggota berusaha belajar lebih banyak tentang dirinya. Kelompok terapi di rumah sakit jiwa adalah contoh kelompok pertemuan. Kelompok penyadar mempunyai tugas utama menciptakan identitas sosial politik yang baru. Kelompok revolusioner radikal; (di AS) pada tahun 1960-an menggunakan proses ini dengan cukup banyak.
    Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok. Cragan dan Wright mengkategorikan enam format kelompok preskriptif, yaitu: diskusi meja bundar, simposium, diskusi panel, forum, kolokium, dan prosedur parlementer.
    Pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi
    • Konformitas.
    Konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompok-yang real atau dibayangkan. Bila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama. Jadi, kalau anda merencanakan untuk menjadi ketua kelompok,aturlah rekan-rekan anda untuk menyebar dalam kelompok. Ketika anda meminta persetujuan anggota, usahakan rekan-rekan anda secara persetujuan mereka. Tumbuhkan seakan-akan seluruh anggota kelompok sudah setuju. Besar kemungkinan anggota-anggota berikutnya untuk setuju juga.
    • Fasilitasi sosial.
    Fasilitasi (dari kata Prancis facile, artinya mudah) menunjukkan kelancaran atau peningkatan kualitas kerja karena ditonton kelompok. Kelompok mempengaruhi pekerjaan sehingga menjadi lebih mudah. Robert Zajonz (1965) menjelaskan bahwa kehadiran orang lain-dianggap-menimbulkan efek pembangkit energi pada perilaku individu. Efek ini terjadi pada berbagai situasi sosial, bukan hanya didepan orang yang menggairahkan kita. Energi yang meningkat akan mempertingi kemungkinan dikeluarkannya respon yang dominan. Respon dominan adalah perilaku yang kita kuasai. Bila respon yang dominan itu adalah yang benar, terjadi peningkatan prestasi. Bila respon dominan itu adalah yang salah, terjadi penurunan prestasi. Untuk pekerjaan yang mudah, respon yang dominan adalah respon yang banar; karena itu, peneliti-peneliti melihat melihat kelompok mempertinggi kualitas kerja individu.
    • Polarisasi.
    Polarisasi adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi mereka akan menentang lebih keras.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok
    Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: a. melaksanakan tugas kelompok, dan b. memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation). Jadi, bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagi informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok.
    Untuk itu faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilacak pada karakteristik kelompok, yaitu:
    1. ukuran kelompok.
    2. jaringan komunikasi.
    3. kohesi kelompok.
    4. kepemimpinan (Jalaluddin Rakhmat, 1994).
    Tahapan Pembentukan Kelompok

    Perkembangan sebuah kelompok selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Namun demikian, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah kelompok. Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam pembentukan kelompok.
    Forming. Forming adalah tahap orang berkumpul dan membentuk sebuah kelompok. Pada suatu kegiatan, tidak sedikit peserta yang mengikutinya karena penugasan. Kondisi seperti ini tidak jarang menimbulkan perasaan was-was maupun keraguan di hati peserta tersebut. Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul adalah “Apakah saya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik?” atau “Apakah saya dapat berbaur dengan peserta yang lain?”. Seorang fasilitator diharapkan dapat memastikan bahwa setiap peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut merasa nyaman dengan lingkungan barunya tersebut. Berikan perhatian secara khusus kepada peserta. Berikan waktu kepada para peserta untuk saling mengenal satu sama lain. Pada kesempatan ini, fasilitator dapat pula menggunakan permainan yang memecah kekakuan (ice breaker).Informing. Informing merupakan tahap dimana kelompok yang baru terbentuk tersebut diberi penjelasan tentang tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan. Pada tahap ini biasanya akan didapati interaksi antaranggota karena setiap peserta mulai sadar bahwa mereka menuju pada tujuan yang sama. Seorang fasilitator biasanya akan mencari titik pijak yang sama, dan membentuk visi, misi, serta tujuan kelompok. Fasilitator diharapkan dapat menggunakan kegiatan pengenalan dan agenda yang jelas.
    Storming. Pada tahap ini, pembangunan peran diantara masing-masing peserta mulai terbentuk. Storming merupakan fase yang sangat penting dalam dinamika kelompok, karena pada tahap ini akan terjadi tarik menarik, uji coba, bahkan konflik. Benturan antarpribadi sangat mungkin terjadi pada tahap ini – bahkan benturan antara peserta dengan pemimpin kelompok. Seorang fasilitator diharapkan dapat memberikan dukungan kepada seluruh kelompok. Dengan mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik fasilitasi, fasilitator juga perlu senantiasa mengingatkan peserta akan tujuan dan norma-norma kelompok. Usahakan agar fasilitator dapat menjaga terjadinya keterbukaan dan mendorong setiap peserta untuk mengatasi konflik yang terjadi.
    Norming. Tahapan ini merupakan tahap stabilisasi dimana aturan, ritual, dan prosedur telah ditetapkan dan diterima oleh seluruh peserta. Peserta telah menyepakati identitas perasn sehingga terciptanya suasana kebersamaan. Jalan menuju kemajuan disepakati dan disetujui bersama. Fasilitator diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menghaluskan proses. Jika diperlukan, perbaiki atau sesuaikan norma yang ada, untuk kemudian diserahkan kembali implementasinya kepada kelompok.
    Mourning. Mourning merupakan tahap akhir dari proses pembentukan sebuah kelompok. Pada tahapan ini, seluruh tugas telah selesai dikerjaan dan tujuan utama pembentukan kelompok sudah terpenuhi. Siklus kehidupan kelompok secara resmi telah berakhir. Terkadang muncul rasa sedih diantara peserta. Sebagian mulai memikirkan tugas lain yang telah menanti. Fasilitator yang baik diharapkan dapat membantu peserta dalam mempersiapkan masa transisi dari pembentukan kelompok menuju bubarnya kelompok. Pastikan bahwa ada semacam ‘ritual’ perpisahan, baik secara individu maupun secara kelompok.
    Transforming. Pada tahapan ini, tim telah menjadi dinamis karena pembentukan kelompok sudah terjadi dan mulai ada perubahan baik di masing-masing peserta maupun pada kelompok secara keseluruhan. Sebagai seorang fasilitator, diharapkan dapat menunjukkan dukungan dan rasa percaya kepada kelompok. Hargai perubahan yang terjadi dengan memberikan pujian. Yang perlu diingat adalah sebaiknya pujian yang diberikan tidak berlebihan.

    KEKUATAN TEAM WORK
    Berdua lebih baik dari seorang diri, tali tiga lembar tak mudah diputuskan. 
    Anda tentu ingat karakter Superman. Tokoh fantasi idola tua muda yang gemar menolong dan menang melawan segala kejahatan. Almarhum Christopher Reeve menjadi sangat terkenal ketika ia memerankan tokoh Superman. Mendekati akhir hidupnya, Reeve mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia lumpuh total. Namun ”Sang Superman”, dengan bantuan keluarga, rekan dan medis sanggup meneruskan hidupnya dengan baik, bahkan menjadi sutradara film.

    Apa yang dapat disimak dari peristiwa ini ? Tak seorangpun yang benar-benar bisa menjadi Superman. Semua manusia ternyata saling membutuhkan. Sebuah kekuatan dan kehebatan terletak dari kerjasama dan sinergi yang harmonis. 
    Kegagalan the lone ranger. 
    Memang benar ada orang yang memiliki banyak talenta dan sanggup mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus ( multi tasking). Namun ia tetap membutuhkan orang lain. Untuk sementara ia kelihatan unggul, tapi sesungguhnya ia tak akan mampu bersaing menghadapi kekuatan sebuah tim.
    Seorang pemilik perusahaan bermaksud mencari rekanan untuk jasa training di kantornya. Ia menghubungi sebuah perusahaan training dan menanyakan perihal kompetensi sang trainer. Dengan bangga sang trainer menjawab bahwa ia sanggup mengajarkan semua bidang keahlian yang diinginkan pemilik perusahaan. Harapannya ia pasti memperoleh pekerjaan tersebut. Namun ia harus kecewa, karena ternyata si bos mencari trainer yang expert pada bidang tertentu dan bukan yang bisa segalanya. 
    Di tengah era globalisasi, spesialisasi sangat diperlukan. 
    Apa yang dilakukan seorang CEO – Chief Executive Officer untuk membangun tim kerjanya yang solid dan terintegrasi ? Pemimpin yang handal akan membentuk struktur organisasi dengan menempatkan orang yang tepat pada bidangnya dan mampu bekerja sama dengan baik.

    1.Spesifik. 
    Analogi yang paling tepat adalah jari-jari tangan kita. Bayangkan apa yang terjadi jika kita memiliki jari yang semuanya terdiri atas jempol atau kelingking. Namun jari kita diciptakan sesuai dengan fungsi dan keunikan masing-masing. Keragaman memperkuat fungsi, memperkaya khazanah dan kompetensi dari tim kerja kita.

    2.Delegasi.
     
    Delegasi berbicara mengenai pemahaman fungsi dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Tim kerja yang tidak jelas job desc nya tidak mungkin dapat bekerja sama dengan baik. Delegasi diawali dengan penempatan yang tepat sesuai kapasitas dan kompetensi masing-masing anggota tim kerja. 
    3.Kerjasama. 
    Si buta dan si lumpuh saling bertetangga, namun saling bermusuhan. Tanpa henti mereka saling mengolok-olok kekurangan masing-masing. Suatu saat desa mereka di landa banjir. Semua penduduk mengungsi ke bukit. Tinggallah mereka berdua. Akhirnya mereka menyadari kesalahan masing-masing dan mau saling menerima. Si buta membopong si lumpuh. Dengan petunjuk si lumpuh, si buta bergegas berjalan naik ke bukit. Setiap manusia punya kelebihan tapi juga kekurangan. Jika belajar untuk saling menerima, sesama manusia akan mudah membangun sinergi dalam tim kerja. 
    Membiasakan diri bekerja secara tim. 
    Tidak banyak yang memiliki bakat alamiah sebagai pemimpin. Namun sebagian besar pemimpin sulit mendelegasikan atau bekerja sama dengan orang lain. Ego yang kuat dan sulit mempercayai merupakan halangan terbesar dalam tim kerja. Namun hal ini dapat dikelola dan dilatih agar kita tidak terjebak dalam kegagalan the lone ranger. Pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Sama halnya dengan tim kerja yang harus dibangun dengan melewati berbagai proses pembentukan. Diawali dengan tahap pengenalan pribadi dan sesama anggota, lalu ada tahap konflik dan perbedaan pendapat. Kemudian terjadi proses saling memahami dan penyesuaian pribadi yang dilanjutkan dengan kemampuan untuk saling mengisi dan sinergi. Ketika seorang merasa lemah, maka anggota tim yang lain akan dapat menolong. Itulah keunggulan sebuah sinergi tim kerja. 
    KATA-KATA BIJAK 
    Tim kerja yang solid tidak hanya mampu melewati masa-masa yang sulit, tetapi juga bersama-sama menikmati kegembiraan dan sukacita atas suatu keberhasilan. 

    Jumat, 28 November 2014

    RESUME SOFTSKIL



    KONFLIK DIDALAM ORGANISASI


               
    Konflik adalah suatu proses sosial antara 2 orang atau lebih dimana satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain. Didalam suatu organisasi konflik akan terlihat jika kita tidak serius dalam menjalankan suatu organisasi tersebut. Sumber konflik didalam suatu organisasi umumnya terjadi karena perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Pendirian dan perasaan yang berbeda satu dengan yang lainnya, maka perbedaan ini menjadi pemicu timbulnya konflik dalam suatu organisasi. Kepentingan individu dalam organisasi pasti berbeda-beda. Biasanya seseorang cenderung mengikuti suatu organisasi agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Selain itu perubahan pola pikir yang mendadak juga salah satu pemicu terjadinya konflik. Karena cara berfikir seseorang pasti berbeda-beda dan kadang satu individu mudah sekali merubah pikiran sehingga akan memperlambat untuk mencapai tujuan awal organisasi.
    Cara menyelesaikan konflik yang baik :
    1.      Integrating  (Problem Sloving)
    Cara ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Biasanya digunakan karena masalah kesalahpahaman.

    2.      Obliging (Smoothing)
    Cara ini digunakan untuk mendorong suatu organisasi agar terjadinya kerjasama.

    3.      Dominating (Forcing)
    Biasanya orang yang menggunakan cara ini cenderung menggunakan taktiknya.

    4.      Avoiding (menghindar)
    Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah.

    5.      Compromising
    Cara ini cocok digunakan untuk menangani masalah yang melibatkan para anggota organisasi yang memiliki tujuan berbeda tapi mereka mempunyai kekuatan yang sama.


    Pertanyaan :
    1.      Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya !
    Jawab : Contoh konflik dalam organisasi yaitu perbedaan pendapat dalam pemilihan pengurus baru. Cara menanganinya dapat dilakukan dengan cara penyelesaian masalah mulai dari Integrating  (Problem Sloving), Obliging (Smoothing), Dominating (Forcing), Avoiding (menghindar), dan Compromising tergantung dari besar kecilnya masalah tersebut.

    2.      Bagaimana tanggapan kalian tentang sidang saat pemilihan ketua DPR ?
    Jawab : Tanggapan saya adalah seharusnya sebagai wakil rakyat bisa menjaga sikapnya dan memberikan contoh yang baik bagi warganya walaupun ingin mengemukakan pendapat dan ada perbedaan pendapat dengan para anggota sidang seharusnya juga bisa mengikuti tata tertib sidang dan menjaga kondisi agar sidang bisa berjalan dengan baik.

    3.      Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem sloving ?
    Jawab : Dampaknya sangat tidak baik bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah. Karena dengan cara ini  penyelesaikan masalah kita harus mengidentifikasi permasalahannya terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, dan menganalisa permasalahan tersebut lalu memilih alternatif pemecahan masalah yang sesuai.

    4.      Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, tindakan tersebut menurut anda benar atau salah ?
    Jawab : Untuk konflik ini saya tidak tahu tindakan yang dilakukan Bapak Ahok benar atau salah karena saya tidak begitu paham tentang politik.

    5.      Diantara 5  penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam menyelesaikan konflik yang mana?
    Jawab : Menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik harus ada tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergatung dari masalahnya. Namun cara yang paling disarankan adalah cara compromissing, karena seimbang antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain, sehingga tidak ada pihak yang egois ataupun ingin menang sendiri.

    PROSES YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


    Organisasi itu adalah sistem saling pengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi organisasi salah satunya yang dikemukakan oleh Ralp Currier Davis, ia mengatakan organisasi adalah sesuatu kelompok orang-orang yang bekerja kearah tujuan bersama dibawah kepemimpinan. Pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan hasil proses komunikasi dan partisipasi dari organisasi yang melibatkan banyak pihak. G.R Terry mengatakan pengambilan keputusan dalam organisasi harus berdasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Ada 5 tipe pembuatan keputusan yaitu, pembuat keputusan bertipe ideal, pembuat keputusan bertipe receptive, pembuat keputusan bertipe exploitative, bertipe hoarding dan bertipe marketing. Sesuatu yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan yaitu :
    1.      Jangan pernah menganggap keputusan itu sebagai beban tapi anggap saja sebagai kesempatan
    2.      Jangan mengira resiko akan habis, karena tidak ada keputusan tanpa resiko.
    3.      Pengambilan keputusan tidak selalu bergatung pada fakta.
    4.      Membuat alternatif pemilihan dan pengambilan keputusan dalam organisasi
    Secara ringkas alur proses pembuatan keputusan adalah meneliti-meringkas-memilih-memeriksa.



    Pertanyaan :
    1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi!
    Jawab : Ada 3 faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, yaitu kematangan individu, voting, musyawarah dan mufakat sangat diperlukan.

    2.      Dalam tipe Marketing, jelaskan aplikasinya dan bagaimana caranya?
    Jawab : Sipembuat keputusan yang berdasarkan orientasi pada kesempatan keputusan ,ia fokus untuk mendapatkan suatu keputusan. Contoh aplikasinya yaitu Moboginie. Moboginie mengeluarkan marketing bentuk topi putih dan topi hitam. Tujuannya memasarkan iklan dan moboginie termasuk software opensoure.

    3.      Contoh Tipe Pemeras dalam organisasi !
    Jawab : Contohnya yaitu VOC. Karena VOC membuat sebuah jalan dari Anyer samapi ke Panarukan yang dibuat di indonesia,tetapi dalam pembuatan jalan tersebut pekerja tidak diberi makan dan minum dan mereka bekerja secara paksa. Tipe ini adalah salah satu contoh yang membuat ide dan berusaha mendapatkan dari pihak lain dengan cara yang tidak baik.


    KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


    Komunikasi itu dapat diartikan sebagai alat atau media pengirim informasi. Komunikasi sangat penting dalam suatu organisasi, karena dengan adanya komunikasi akan memudahkan kita untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai dari organisasi tersebut. Banyak penggolongan komunikasi yang bisa kita pakai dalam suatu organisasi. Salah satunya kita dapat menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal itu adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan maupun tulisan sedangkan komunikasi nonverbal itu kita bisa mengetahui komunikasinya dari raut wajah seseorang dan intonasi suaranya. Dalam jaringan komunikasi pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Contohnya jaringan komunikasi roda, jaringan ini kecepatannya sangat tinggi namun sulit untuk menyesuaikan diri terhadap suatu perubahan pekerjaan. Komunikasi dalam suatu organisasi pasti tidak akan selalu berjalan dengan mulus pasti akan ada saja hambatannya. Hambatan yang sangat berpengaruh adalah hambatan komunikasi. Karena komunikasi itu adalah kunci utama dalam menjalankan suatu organisasi agar organisasi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapi. 




    Pertanyaan :
    1.      Dalam organisasi pasti ada yang aktif dan pasif. Bagaimana cara komunikasi antara yang aktif dan pasif itu bisa menjadi lancar ?
    Jawab :  Didalam suatu organisasi itu kita harus melakukan musyawarah untuk bisa saling bertukar pikiran. Caranya yang aktif tersebut merangkul yang pasif tersebut agar yang pasif itu bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan membuat suatu event agar organisasi itu bisa saling bekerjasama.

    2.      Jenis-jenis komunikasi yang paling efisien !
    Jawab : Jaringan saluran total, karena mereka berkomunikasi secara langsung tanpa adanya perantara.

    3.      Sebutkan jaringan komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan !
    Jawab : Jaringan saluran total, karena mereka berkomunikasi secara langsung tanpa perantara.

    4.      Cara memecahkan masalah hambatan komunikasi dalam organisasi !
    Jawab : Mengatasi dengan umpan balik, penerima harus mengetahui latar belakangnya, dan susun informasi secara rinci.

    5.      Upaya agar organisasi itu bisa menjadi lebih eksis dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal !
    Jawab : Dalam suatu organisasi harus bisa berkomunikasi dengan baik salah satunya komunikasi antara atasan dengan bawahannya. Kalau komunikasinya baik otomatis organisasi itu akan tetap eksis.

    6.      Contoh kasus masalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari !
    Jawab :Contoh kasusnya ada salah satu perusahaan yang meminta atasannya agar perusahannya maju kembali. Salah satunya intansi IBM, intansi ini nonaktif dalam produksi, ia meminta masukkan agar instansi itu bisa berdiri kembali dan menjadi aktif lagi.

    7.      Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi !
    Jawab : Didalam suatu organisasi pasti ada saja hambatannya. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi yaitu faktor manusiawi dan faktor emosional.


    PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

                Perubahan itu adalah suatu perubahan yang berbeda dengan semulanya. Perubahan bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Perkembangan sama saja seperti berkembang yang artinya besar atau melebar. Faktor-faktor perubahan organisasi ada 2 yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Tujuan suatu organisasi itu yaitu suatu suatu rencana yang akan dicapai dengan jelas. Selain itu macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi itu kita bisa melakukan penyesuaian yang terjadi terhadap organisasi tersebut, mempererat organisasi, dan lain-lain. Dampak dari perubahan dan perkembangan organisasi itu ada 2 yaitu dampak positif dan danpak negatif. Dampak positifnya bisa memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena sudah mempercayai organisasi yang telah diikuti sedangkan dampak negatifnya dapat menimbulkan keresahan. Dalam sebuah organisasi kita harus tahu apa saja tahapan-tahapan yang akan kita buat dalam melakukan perubahan dan perkembangan organisasi. Yang pertama kita harus mengadakan pengkajian terlebih dahulu lalu mengidentifikasi, setelah itu menetapkan perubahan dan juga strategi yang ingin kita buat itu seperti apa,lalu  yang terakhir melakukan evaluasi.





    Pertanyaan :
    1.      Sebutkan cara menghindari penghambatan dalam melakukan perubahan organisasi!
    Jawab :
    -     Mempersiapkan faktor-faktor yang mendukung perubahan organisasi.
    -     Memberikan penjelasan tentang keuntungan adanya perubahan, dampak positifnya, dan akibatnya.
    -    Meyakinkan bahwa perubahan organisasi adalah suatu usaha untuk mencapai kesempurnaan disegala hal.

    2.      Sebutkan organisasi yang sedang berkembang dan sebutkan dampaknya!
    Jawab : Salah satu organisasi yaitu adalah petugas pembersihan paku dijalan raya. Dampaknya bagi masyarakat tentu sangat baik.

    3.      Dalam organisasi apakah ada cara untuk melakukan perubahan organisasi tersebut ?
    Jawab : Ada, yaitu dengan cara:
    -          Mengadakan perubahan struktur organisasi, struktur organisasi itu adalah salah satu komponen yang menjadi sasaran perubahan.
    -          Mengubah sikap dan perilaku dengan pembinaan, pengembangan pendidikan dan latihan pegawai.
    -          Mengubah tata aliran kerja.

    4.      Apa yang membuat organisasi itu berubah, dan apakah perubahan itu akan menjadi lebih baik?
    Jawab : Yang membuat suatu organisasi itu berubah yaitu karena tujuannya. Iya, karena suatu organisasi itu menjadi lebih baik dengan adanya suatu tujuan.

    5.      Faktor apa yang sangat mempengaruhi dalam perubahan dan perkembangan organisasi ?
    Jawab : Faktor eksternal contohnya organisasi yang terjadi dalam pemerintah diluar memaksa harus berubah dan faktor internal contohnya hubunhan antara atasan dengan anggotanya terjadi perbedaan pendapat dalam masalah yang ada didalam suatu perusahaan.

    6.      Apa yang terjadi bila perubahan dan perkembangan suatu organisasi itu tidak berjalan dengan baik ?
    Jawab : cepat atau lambat suatu organisasi itu akan hilang, karena organisasi tersebut tidak mau melakukan suatu perubahan. Kita harus melakukan suatu perubahan tidak boleh kaku dan egois.



    ARTI PENTING KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI


                Latar belakang sejarah timbulnya kepemimpinan sudah ada sejak nenek moyang kita. Mereka membuat suatu kelompok untuk melindungi dirinya. Tujuannya agar mereka saling melindungi dan sama-sama kuat. Kepemimpinan itu adalah kegiatan yang mempengaruhi suatu perilaku seseorang dalam situasi tertentu. Organisasi adalah susunan secara teratur dari berbagai bagian-bagian untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam suatu organisasi anggota-anggotanya harus jelas. Organisasi itu mengandung unsur yang membentuk kelompok agar suatu tujuan tersebut tercapai. Kepemimpinan dalam organisasi pasti mempunyai peranan penting dalam organisasi tersebut. Fungsi kepemimpinan salah satunya yaitu menyampaikan informasi kepada anggotanya. Selain itu pemimpin harus memberikan motivasi kepada para anggotanya yang pasif magar bisa aktif kembali. Seseorang pemimpin juga harus mempunyai wibawa, jika tidak mempunyai wibawa biasa saja anggotanya semena-mena terhadap pemimpinnya. Dizaman sekarang ini sudah jarang yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Kebanyakan dari mereka hanya menginginkan jabatan saja. Salah satu contoh jenis kepemimpina yaitu pemimpin negara. Banyak yang mengatakan bahwa Pemimpin dan Kepala itu sama padahal sebenarnya Pemimpin dan Kepala itu berbeda. Pemimpin adalah orang yang dipilih oleh kelompoknya sendiri sedangkan Kepala adalah orang yang diangkat dengan aturan tertentu. Tanpa adanya kepemimpinan suatu organisasi tidak akan ada yang mengatur jalannya sebuah organisasi dan jika ada masalah akan terjadi hambatan karena tidak ada yang memberikan pendapat atau aspirasinya untuk mengatasi masalah tersebut.




    Pertanyaan :
    1.      Jelaskan tipe kepemimpinan Presiden yang ada di Indonesia !
    Jawab :
    -          Ir. Soekarno adalah presiden yang mempunyai tipe kharismatik.
    -          BJ. Habibie adalah presiden yang mempunyai tipe demokratik dan cerdik.
    -          Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden yang mempunyai tipe otoriter, demokratis, dan juga kharismatik.

    2.      Jika terjadi perbedaan pendapat apa kebijakan yang dilakukan dan berikan contoh kasusnya !
    Jawab : Seorang pemimpin harus bisa mengetahui konfliknya apa dan cara menanganinya dengan melakukan pendekatan. Jika tidak bisa dengan cara pendekatan bisa diberikan surat peringatan sampai 3kali dan kalu memang tetap tidak bisa juga harus dikeluarkan dari organisasi tersebut namun jika sama-sama salah antara angggota dan atasannya harus diberikan optional apakah ingein tetep bertahan dalam organisasi tersebut atau keluar dari organisasi tersebut.

    3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan!
    Jawab :
    -          Faktor Kemampuan Personal
    Seorang pemimpin yang mendapatkan jiwa kepemimpinan dari sejak lahir biasanya akan lebih hebat daripada yang ditanamkan dari sekolah.
    -          Faktor Jabatan
    Suatu perusahaan ada yang namanya Manajer, HRD, dan lain-lain. Ia mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama namun mempunyai jabatan yang berbeda.

    4.      Apakah ada jiwa kepemimpinan otoriter?
    Jawab : ada, salah satu contohnya M. Khadafi adalah seorang presiden yang mempunyai jiwa kepemimpinan otoriter. Beliau bisa mengayomi rakyatnya.

    PERBEDAAN SATRIA FU THAILAND DAN FU INDONESIA




    SEJARAH LAHIRNYA SATRIA FU 150/RAIDER R150

    • Sejarah bebek-bebek Ayago asli import


                       Suzuki pada awal tahun 2000 silam adalah sebuah nama brand sepeda motor terkenal yang sering memunculkan jenis bebek sport CBU kejalanan Indonesia, baik itu oleh importir umum ataupun ATPM lokal. Mulai dari produk 2 tak sampai 4 tak pernah mengaspal dinegara ini. Sebut saja RK-Cool 110, Satria 120 LSCM, Raider 125, Raider 150 hingga Satria FU 150.
    Semua tergolong sukses dipasaran pada waktu itu sampai sekarang, sampai akhirnya produk Satria FU 150 pun sudah berganti versi dari CBU utuh menjadi rakitan lokal demi untuk memenuhi permintaan konsumen yang banyak haus akan produk motor bebek hyper sport yang terbilang jarang dijajaran produk-produk motor ATPM lokal.



    Suzuki RK-Cool 110 didatangkan secara langsung oleh pabrikan Suzuki Indonesia (Indomobil Group) dari negeri Gajah Putih pada rentan tahun 2002 sampai dengan 2004 akhir. Motor ini sejatinya untuk menggadang-gadang produk bebek YMKI yaitu Yamaha F1ZR 110 baik dari segi penjualan maupun diajang road race.
    Mendapat respon bagus dari sisi penjualan walaupun pada waktu itu dibanderol dengan harga kurang wajar untuk sebuah bebek lokal berkapasitas 110cc yaitu kisaran hampir 18 juta rupiah. Apa saja sih yang sebenarnya menjadi daya tarik konsumen akan motor ini ????
    Yang jelas model, tampilan dan tenaganya beda dari pada produk kompetitor waktu itu (F1ZR) walaupun sama-sama menganut mesin 2 langkah berpendingin udara, berkubikasi 110cc, tapi kelebihan yang tidak dimiliki lawan adalah mesin tegak, menganut model ayam jago, shockbreker belakang monoshock, berpenghenti laju disk brake depan belakang. Selain itu spesifikasi lainnya adalah berkaburator Mikuni VM 17, bore x stroke adalah 52.5 x 50.5mm, kopling basah, aki basah kering, manual stater, setang clip on, kapasitas tangki bahan bakar 5lt, kapasitas oli samping 1.2lt, bertransmisi 5 percepatan, menggunakan lingkar roda 17″-2.25 depan, 17″-250 belakang, castwheel dan berat total motor 94.5kg….dan yang pasti dengan kondisi standar pabrik mampu digeber sampai dengan 120kph…hmmm…lumayanlah power yang dihasilkan untuk ukuran motor dibawah 125cc bermesin 2 langkah waktu itu.
    Konon motor ini didatangkan dalam 3 varian model yaitu: RK110Z, RK110S-Z, dan RK110SC-Z.
    Untuk lebih jelasnya mengenai seluk beluk, plus minus, dan lain-lain dari motor ini, para om-om sekalian bisa langsung menyambangi warung om Adicuzzy disini untuk berkonsultasi, sharing opini atau menambah ilmu tentang Suzuki RK-Cool 110.


    —————————————————————————————-

    Masih ditahun yang sama, selang 4 bulan setelah keberhasilan penjulan RK-Cool 110 dipasaran oleh ATPM lokal, maka hal tersebut menarik perhatian pihak importir umum untuk mendatangkan produk Suzuki yang hampir serupa dengan RK-Cool 110 tapi sudah bermesin 4 langkah yaitu Suzuki Raider 125 dari negeri Thailand.
    Adapun model dan bentuk dari motor ini bak pinang dibelah dua…benar-benar hampir sama…catet hampir sama tidak sama persis…tapi yang membedakan produk ini dengan sang kakak adalah disektor teknologi yang diusungnya.
    Mesin sudah menggunakan teknologi 4 langkah DOHC 4 katub berkapasitas 125cc berpendingin  udara plus ditambah oil cooler, berkompresi 10.2:1, berkaburator Mikuni BS 26, bertransmisi 5 percepatan, setang clip on, koping basah, aki basah kering, manual stater, berpenghenti laju disk brake depan belakang, berat total motor 105kg, kapasitas tangki bahan bakar 4.5lt, menggunakan roda diameter 17″-70/90 depan, 17″-80/90 belakang, castwheel…dan bebek jago ini mampu dibejek gasnya hingga 125 kph dalam kondisi mesin standar pabrikan.
    Dimata konsumen penikmat kecepatan, motor ini mendapat apresiasi lumayan dipasaran.


    Walaupun pada tahun 2004an produk ini sudah tidak diproduksi dinegara asalnya Thailand, tetapi minat konsumen dalam negeri akan Suzuki Raider 125 cukup bagus maka pada tahun itu juga, oleh importir umum didatangkanlah secara bulat-bulat adik kandung dari Suzuki Raider 125 yaitu Suzuki Raider 150 dengan harga dipatok pada kisaran 26juta rupiah fresh from dealer. Produk ini merupakan perbaikan dan peningkatan kapasitas mesin lebih besar dari pada sang kakak.
    Menyandang mesin 4 langkah kapasitas mesin 147.3cc perpendingin udara plus oil cooler, DOHC 4 klep, bore x stroke adalah 62.0×48.8mm, berkompresi 10.2:1, horsepower 65 16.5hp pada 9.500rpm, maksimum torsi 12.76 nm pada 8.500rpm, berkarburator Mikuni BS 26, kopling basah, aki basah, manual stater, kapasitas tangki bahan bakar 4.9lt, berpenghenti laju disk brake depan belakang, setang clip-on, monoshock, menggunakan lingkar roda 17″-70/90 depan, 17″80/90 belakang, dan berat total motor ini adalah 95kg…sedangkan untuk kecepatan maksimum motor ini sanggup dipacu sampai 135kph.


    ————————————————————————————

    Melihat ceruk pasar yang lagi-lagi terlalu segmented tapi berpeluang untuk menghasilkan pundi-pundi keuntungan dalam hal penjualan motor bebek hyper sport berteknologi 4 langkah, maka hal tersebut menarik minat ATPM lokal Suzuki Indonesia (Indomobil Group) untuk mendatangkan produk sekelas dengan Suzuki Raider 150 yaitu Suzuki Satria FU 150 pada tahun 2004 secara CBU dari Thailand dengan melakukan beberapa minor change (reduksi komponen) agar bisa menyesuaikan dengan kondisi bahan bakar dan harga jual dipasar Indonesia.
    Secara spesifikasi antara kedua motor tersebut bisa dibilang hampir sama secara keseluruhan, tapi ada beberapa yang menjadi pembeda dari Raider 150 dengan Satria FU 150 yaitu pada material komponen, dimana part daleman pada Raider 150 lebih tahan banting pada kompresi tinggi dikarenakan dinegara asalnya Thailand, motor ini harus wajib menggunakan bahan bakar beroktan tinggi minimal setara pertamax disini…sedangkan Satria FU 150, seperti yang sudah saya singgung diatas, telah mengalami reduksi part untuk gebukan kompresi yang sudah disesuaikan dengan kadar bahan bakar dinegera kita.
    Secara tampilan, pembeda antara Raider 150 dengan Satria FU 150 adalah pada bagian lampu depan belakang, lampu sein, shroud pelindung blok silider pada mesin dan dasbord konsole pada speedometer.
    Bicara soal performa, Satria FU 150 harus mengakui saudara tuanya yang hanya mampu digeber secara maksimal pada kecepatan 130kph beda 5kph dengan Raider 150.


    ————————————————————————————-
    Berhubung waktu itu sudah diberlakukannya pembatasan produk motor 2 langkah, maka mau tidak mau pabrikan Suzuki Indonesia harus men’discontinoue penjualan motor RK-Cool 110′nya yang lagi-lagi sudah seperti yang saya sebutkan diartikel terdahulu mengenai tewasnya populasi bebek sport 2 langkah dikarenakan sudah tidak ada lagi kesempatan dan keuntungan dalam melakukan pengembangan mesin motor 2 langkah.

    Disaat mulai diberlakukannya pembatasan motor 2 langkah dan masih dalam masa alih transisi teknologi dari mesin 2 langkah ke 4 langkah, ternyata Suzuki Indonesia juga sedikit masih memberikan secercah pemuas dahaga akan konsumen pecinta motor bebek underbone murni bermesin 2tak berperforma tinggi yang pada waktu itu sudah mulai jarang populasinya dijalanan negeri ini.
    Pada rentang tahun 2004 sampai dengan 2005 didatangkanlah secara utuh motor hasil regenerasi dari Suzuki Satria 120 RU bermesin 2tak, yaitu Suzuki 120 LSCM atau banyak orang menyebutnya dengan “Satria Hiu” dari negera yang ngaku-ngakunya serumpun kita Malaysia.
    * by d’ way Malaysia masih dianggap negara serumpun gak ya??? melihat perbuatannya kepada negeri pertiwi kita.
    Motor ini menggotong mesin tegak 120cc berpendingin udara, reed valve, bore x stroke adalah 56x49mm, berkompresi 7.0:1, menggunakan karburator Mikuni VM 20, maksimum power 15.5ps pada 8.000rpm, maksimum torsi 1.50kgmf pada 7.000rpm, bertransmisi 6 percepatan, kopling basah, aki basah, shockbreker belakang monoshock, berpenghenti laju disk brake depan belakang, menggunakan roda berdiameter 17″-250 depan, 17″-275 belakang, dan total berat motor 101kg…membuatnya sanggup dipacu sampai batas kecepatan 140kph dalam kondisi standar pabrik…dan itupun masih ada beberapa konsumen yang mengklaim kecepatannya bisa lebih dari 140kph…GLEKKKKK!!!!!


    —————————————————————————————-
    Setelah Suzuki Rk-Cool 110 mati dari pasaran pada tahun 2004, dimasukkanlah produk bebek Satria FU 150 tadi sebagai pewaris tongkat estafet penjualan motor bebek jago andalan Suzuki. Pertama kali diperkenalkan kepada publik sewaktu ada gelaran event Jakarta Motorcycle Show pada tahun 2004 dengan banderol harga 16jutaan pada saat itu.
    Kali ini respon pasar akan motor ini sangat luar biasa hingga sekarang. Sampai pada tahun 2007 keatas akhirnya pihak pabrikan Suzuki Indonesia memutuskan untuk meng’CKD produk Suzuki Satria F150 guna menghemat cost demi menekan harga jual kekonsumen, dan menjadikannya motor ini sebagai produk Flagship dari pabrikan berlogo huruf S (S atau Z ya???) tersebut.


    Demikian dari saya,
    Regards Topands Fu #070
    Bersambung…


    Suzuki RK COOLSuzuki RK COOL
    RAIDER 150 cbuRAIDER 150 cbu
    SATRIA FU 150 CKDSATRIA FU 150 CKD